Putusan Pengadilan Agama Lebong Terhadap Dispensasi Nikah (Tinjauan Maqashid Al-Syari’ah)

Authors

  • Rian Monda Putra UIN Mahmud Yunus Batusangkar
  • Nofialdi Nofialdi UIN Mahmud Yunus Batusangkar
  • Sri Yunarti UIN Mahmud Yunus Batusangkar

DOI:

https://doi.org/10.55062/IJPI.2024.v4i2/567/5

Keywords:

Judge's Decision, Dispensation of Marriage, Maqasid Syariah Review.

Abstract

Marriage is sunnatullah as a human being who needs a partner with the aim of producing offspring. However, among the community, sometimes the implementation of marriage is carried out by underage brides, while the marriage requires mental and material readiness that is able to be responsible for carrying out the household. This study aims to reveal the implementation of underage marriages that occur in Lebong society. This research uses qualitative methods with a form of field research and uses normative and empirical research models. This research resulted in the findings of the Lebong Religious Court making decisions and providing dispensation for the implementation of marriage, including Amendments to Law Number 1 of 1974 concerning marriage and Pregnancy outside marriage. The basis for the Judge's consideration in making decisions and providing dispensation to the community who applied for marriage, namely Supreme Court Regulation Number 5 of 2019 and other grounds that need to be considered by the Religious Court Judge, such as girls who are already pregnant first, children are no longer in school, children are already working and so on. Based on the analysis of maqasid Al-Syariah review, it can be reviewed from the level of dharuriyyaat, and Hajiyyaat. However, the elements of the level that need to be maintained in maqashid al-syari'ah, namely Maintaining Religion, Maintaining Life, Maintaining Property and Maintaining Descent.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agus Alamsyah. (2022). Wawancara dengan Hakim Pengadilan Agama Lebong [Komunikasi pribadi].

Amalia, D. (2017). Pernikahan Dibawah Umur Perspektif Hukum Islam dan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia. Al Ashriyyah: Journal of Islamic Studies, 3(1). http://jurnal.nuruliman.or.id/index.php/alashriyyah/article/view/23

An-Nidaf, Mahir Ma’ruf. Al-Kurdi, Raid Ali. (2015). Pembatasan Usia Pernikahan Dalam Syariah Dan Perundang-Undangan Ahwal Syakhsiyyah. Jurnal Dirasah Islamiyah Jordania, 11(2).

Aziz, S. (2017). Tradisi Pernikahan Adat Jawa Keraton Membentuk Keluarga Sakinah. 15(1). https://ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/ibda/article/view/724

Fahrur Rozi. (2019). Penerapan Maslahah Dalam Pemberian Dispensasi Perkawinan Di Pengadilan Agama Se Pulau Lombok. Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mataram.

Fajri, M. (2020). Interpretasi Perubahan Batas Minimal Usia Perkawinan Perspektif Maslahat. Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam, 7(1), 59–69. https://doi.org/10.24252/al-qadau.v7i1.14435

Harlina, Y. (2020). Tinjauan Usia Perkawinan Menurut Hukum Islam (Studi UU No. 16 Tahun 1974 tentang Perkawinan). Hukum Islam, 20(2), 219. https://doi.org/10.24014/jhi.v20i2.9786

Heri Siswanto. (2018). Pernikahan Usia Dini Di Kabupaten Pacitan (Analisis Maqashid Terhadap Penetapan Dispensasi Nikah Pengadilan Agama Pacitan). Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.

Junaidi Panjaitan. (2022). Wawancara dengan Pemuka Masyarakat [Komunikasi pribadi].

Khakim, L., & Thobroni, A. (2019). Faktor Penyebab Perkawinan di Bawah Umur dalam Tinjauan Maqashid Syariah. http://dx.doi.org/10.30659/cois.v0i0

Khalidi. (2022). Wawancara dengan Imam Desa Sungai Gerong Kecamatan Amen Kabupaten Lebong [Komunikasi pribadi].

Khumaeni. (2020). Analisis Yuridis Putusan Hakim Terhadap Perkara Permohonan Dispensasi Nikah di Pengadilan Agama Palopo. Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Palopo.

Mahfud, M., & Billah, M. Q. I. (2022). Tafsir Ayat Ahkam Surah An-Nisa Ayat 3: Etika Poligami dan Hikmahnya Dalam Syari’at Islam. Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 1(1), 18–26. https://doi.org/10.58363/alfahmu.v1i1.1

Mawardi. (2022). Wawancara denganImam Desa Sukaumergo [Komunikasi pribadi].

Muqsith, A., Sudirman, & Fadil Sj. (2022). Hukum Poligami: Analisis Komparatif Terhadap Pemikiran Musdah Mulia Dan Muhammad Syahrur. Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law, 4(1), 52–65. https://doi.org/10.19105/al-manhaj.v4i1.6153

Nur Alam. (2021). Dinamika Pertimbangan Hakim Dalam Penetapan Dispensasi Nikah Di Pengadilan Agama Enrekang. Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Parepare.

Pengadilan Agama Lebong Bengkulu. (2022). Data pengajuan dispensasi nikah di Pengadilan Agama Lebong Provinsi Bengkulu.


Rody Aman, Khalidi, Ronal Yunarlis, Trios Remiang Sakti dan Aci Aferi. (2022). Wawancara dengan Masyarakat Lebong [Komunikasi pribadi].
Siti Hardiyanti Rukmana. (2019). Pertimbangan Non Yuridis Dalam Memutuskan Perkara Dispensasi Nikah (Studi Putusan Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas IA Kota Bandar Lampung). UIN Raden Intan Lampung.

Wagianto, R. (2020). Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Indonesia Perspektif Filsafat Hukum Islam. 2(1). https://jurnal.staialhikmahdua.ac.id/index.php/khuluqiyya/article/view/43

Zulkarnain. (2020). Wawancara dengan Pemuka Masyarakat Lebong [Komunikasi pribadi].

Published

2024-11-30