https://ojs.iaisumbar.ac.id/index.php/jabdimas/issue/feedJournal of Humanity Dedication2026-06-30T00:00:00+00:00Noranoraafnita@iaisumbar.ac.idOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;"><strong>Journal of Humanity Dedication</strong> merupakan sebuah media dalam menerbitkan hasil karya tulis dalam versi Artikel Ilmiah. <strong>JABDIMAS</strong> dikelola oleh Team Journal dibawah naungan Institut Agama Islam Sumatera Barat (IAI SUMBAR) Pariaman. Jurnal ini berdiri dan beroperasi pada tanggal 13 Januari 2023 dalam rangka untuk menjawab kebutuhan para Dosen, Peneliti, Mahasiswa dan Praktisi Pendidikan dalam mempublishkan hasil pengabdian kepada masyarakat (PKM) dan sudah terakrditasi SINTA 4. <strong>JABDIMAS</strong> melakukan penerbitan terhadap artikel yang masuk dalam 2 kali setahun, yaitu Bulan Juni dan Desember setiap tahunnya. Artikel yang masuk akan dilakukan seleksi dari pihak pengelola jurnal dengan memperhatikan kriteria dari Team Jurnal <strong>JABDIMAS</strong>, seperti artikel wajib sesuai dengan template jurnal <strong>JABDIMAS</strong>, Cek Turnitin untuk Plagiasi dibawah 25%, menggunakan Reference (Zotero atau Mandeley) dalam pengutipan dan Referencinya minimal 10 Tahun terakhir dan wajib kutipan artikel terkait dengan tulisan yang terdapat pada Jurnal/OJS.</p> <p style="text-align: justify;">Author fee Rp. 500.000,-</p>https://ojs.iaisumbar.ac.id/index.php/jabdimas/article/view/1098PENGUATAN LITERASI HUKUM PERKAWINAN BAGI MASYARAKAT DESA TANJUNG JULU KECAMATAN PANYABUNGAN TIMUR MELALUI PENDEKATAN PEMBERDAYAAN BERBASIS MASALAH2026-01-12T03:10:16+00:00Amrar Mahfuzh Faza Amraramrarmahfuzh@stain-madina.ac.idJannus Tambunanjannustambunan@stain-madina.ac.id<p>Rendahnya literasi hukum perkawinan di Desa Tanjung Julu Kecamatan Panyabungan Timur menimbulkan berbagai persoalan sosial-keagamaan, seperti pernikahan dini, praktik nikah tidak tercatat, kesalahpahaman tentang talak, pengabaian hak nafkah dan hak asuh anak, serta ketidaktepatan dalam pembagian warisan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman hukum perkawinan melalui pendekatan problem-based empowerment, yang menempatkan masyarakat sebagai subjek aktif dalam proses penyadaran, pembelajaran, dan pemecahan masalah. Kegiatan dilaksanakan selama Oktober–November 2025 melalui penyuluhan intensif, pembentukan lima agent hukum, pendampingan berkelanjutan, serta penyusunan modul hukum yang mudah dipahami oleh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai batas usia perkawinan, pentingnya pencatatan nikah, prosedur talak, serta hak nafkah dan hak asuh anak. Praktik nikah tidak tercatat mulai menurun, dan beberapa pasangan memilih menempuh isbat nikah setelah memahami implikasi hukumnya. Perubahan perilaku masyarakat juga terlihat dari berkurangnya ucapan talak spontan serta meningkatnya kesadaran untuk menyelesaikan persoalan keluarga melalui mekanisme yang sesuai dengan syariat dan hukum positif. Keberadaan agent hukum memperkuat keberlanjutan program, menjadikan mereka rujukan utama masyarakat dalam konsultasi dan mediasi persoalan keluarga. Secara keseluruhan, program pengabdian ini berhasil membangun fondasi literasi hukum yang lebih kuat, menciptakan budaya hukum keluarga yang lebih tertib, dan membentuk ekosistem pendampingan berkelanjutan di Desa Tanjung Julu. Model pemberdayaan ini menunjukkan efektivitasnya dan dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.</p>2026-06-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Humanity Dedicationhttps://ojs.iaisumbar.ac.id/index.php/jabdimas/article/view/1171PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT DALAM PENYAMBUTAN BULAN SUCI RAMADHAN PADA DESA TAMBISKI NAULI KABUPATEN MANDAILING NATAL2026-05-07T03:16:24+00:00Azhar Nasutionazharnasution19961@gmail.comEdriagus Saputraedriagussaputra1306@gmail.comNaimah Hasanahnaimah.hasanah@stain-madina.ac.idHusni Ismailhusniismail19@gmail.comAnni Marhamahannimarhamah.am@gmail.comAisyah Aisyahaisahnasty89@gmail.comSyafri Martabe Rizka Nasutionsyafrimartabe@gmail.com<p><em>This community service activity aimed to enhance religious understanding, spiritual preparedness, and social solidarity among community members in welcoming the holy month of Ramadan. The program was conducted on Saturday evening, February 14, 2026, after the Isha prayer at Masjid Al-Hilal, targeting the residents of Tambiski Village. The main speaker was Azhar Nasution, M.Ag., accompanied by a team of lecturers from Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal. The activity employed lecture-based, participatory, educational, and religio-cultural approaches, positioning the community as both the subject and the object of the program. The results indicated an increase in public understanding of the importance of physical and spiritual preparation before entering Ramadan. This was reflected in the participants’ enthusiasm throughout the activity, especially during the discussion and question-and-answer session, which focused on recommended sunnah practices, fasting etiquette, spiritual preparation, and ways to cultivate a worshipful atmosphere within the family. The attendance of participants from various social groups demonstrated strong community engagement and support for religious activities in the village. The program also generated positive social impacts, including greater motivation among younger generations to participate in religious activities, strengthened social relationships among residents, and the growth of a spirit of mutual cooperation. Overall, this community service activity successfully served as a medium of religious education, spiritual motivation, and reinforcement of socio-religious values in welcoming Ramadan</em></p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Humanity Dedicationhttps://ojs.iaisumbar.ac.id/index.php/jabdimas/article/view/1178PENERAPAN TEORI TIPE MYERS-BRIGGS DALAM PERENCANAAN KARIR2026-05-11T04:55:25+00:00Elyas Titipyassukses1@gmail.comSri Maizurrahmi Hexa Putrisrimaizurrahmihexaputri@gmail.comMasrilmasril@uinmybatusangkar.ac.id<p>Perkembangan dunia kerja yang semakin kompleks menuntut individu memiliki pemahaman diri yang baik agar mampu menentukan pilihan karier yang sesuai dengan potensi dan karakter pribadinya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep teori tipe Myers-Briggs dalam perencanaan karier, menjelaskan fungsi dan perannya dalam proses pengembangan diri, serta mengintegrasikan konsep tersebut dengan perspektif Islam. Metode yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan yang dilaksanakan secara partisipatif. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan peserta, penyampaian materi mengenai tipe kepribadian Myers-Briggs dan konseling karier, diskusi interaktif, pendampingan dalam mengenali tipe kepribadian masing-masing, serta evaluasi pemahaman peserta melalui sesi refleksi dan umpan balik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai karakteristik kepribadian, potensi diri, serta kesesuaian pilihan karier dengan tipe kepribadian yang dimiliki. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman bahwa keberagaman kepribadian merupakan bagian dari sunnatullah yang perlu dikembangkan melalui pengenalan diri, penyucian jiwa, ikhtiar, dan tawakal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan teori tipe Myers-Briggs yang diintegrasikan dengan perspektif Islam dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung layanan pengembangan karier berbasis psikologis dan spiritual di masyarakat.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Humanity Dedicationhttps://ojs.iaisumbar.ac.id/index.php/jabdimas/article/view/1182 PENGUATAN LITERASI LINGKUNGAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS PARTICIPATORY ACTION RESEARCH (PAR) DI DESA PUSAKA RAKYAT DAN KELURAHAN SETIA ASIH2026-05-25T02:28:20+00:00Raafi Widyaputra Yulianyahyaraafi.widyaputra@esaunggul.ac.idJasson Ifan Khristianjesen875@student.esaunggul.ac.idAriel Raditya Saputra Raditya Saputraarielraditya006@student.esaunggul.ac.idDimas Putradimasptra0821@student.esaunggul.ac.idBinur Haryagung Sihotangdaysagungsihotang12@student.esaunggul.ac.id<p>Rendahnya literasi lingkungan masyarakat menjadi salah satu penyebab belum optimalnya pengelolaan sampah di kawasan permukiman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan masyarakat melalui edukasi pengelolaan sampah berbasis PAR. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 25 responden. Kebaruan program terletak pada integrasi edukasi lingkungan dengan pendampingan partisipatif dalam penyusunan pengelolaan sampah sesuai kondisi lokal. Hasil menunjukkan 72% responden menilai lingkungan masih kurang bersih. Penyebab utama berasal dari faktor eksternal (52%) dan perilaku masyarakat (48%). Partisipasi gotong royong tergolong tinggi (88%), namun belum konsisten, sedangkan 88% responden tidak puas terhadap layanan pengangkutan sampah. Seluruh responden (100%) merasakan dampak berupa bau, potensi banjir, dan gangguan kesehatan. Luaran kegiatan berupa meningkatnya kesadaran masyarakat, terbentuknya komitmen gotong royong, serta rekomendasi sistem pengelolaan sampah kolaboratif yang mendukung keberlanjutan melalui sinergi masyarakat dan pemerintah.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Humanity Dedicationhttps://ojs.iaisumbar.ac.id/index.php/jabdimas/article/view/1205GERAKAN EDUKASI LINGKUNGAN MELALUI AKSI TANAM POHON OLEH MAHASISWA KPM UNIMUDA SORONG DI TAHURA RAJA AMPAT2026-05-19T05:24:59+00:00Yosep Rengkei DimaraYosepdimara768@gmail.comKarmila SinenKarmilasinen@unimudasorong.ac.idHalisa Altinghalisaalting290524@gmail.comFauziya Sahlansahlanfauziya49@gmail.comFadil Indra Santosofadhilindra20@agmail.com<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 2025 Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong melaksanakan program penghijauan melalui aksi penanaman pohon di wilayah Waisai, Kabupaten Raja Ampat. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, sosialisasi lingkungan, serta aksi penanaman pohon bersama masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya partisipasi aktif masyarakat dan mahasiswa dalam upaya penghijauan lingkungan. Program ini tidak hanya memberikan dampak ekologis berupa peningkatan ruang hijau, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat.</p> <p>Selain itu, program ini juga memiliki nilai pendidikan yang penting dalam membangun karakter dan kesadaran lingkungan bagi masyarakat maupun mahasiswa. Melalui kegiatan sosialisasi dan praktik langsung penanaman pohon, masyarakat memperoleh pendidikan lingkungan mengenai pentingnya menjaga hutan, mengurangi kerusakan alam, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran di luar kelas untuk mengembangkan sikap tanggung jawab sosial, kepedulian ekologis, kerja sama, dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat. Dengan demikian, program penghijauan ini tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi media pendidikan lingkungan hidup yang mampu menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap alam kepada generasi muda dan masyarakat secara berkelanjutan.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Humanity Dedicationhttps://ojs.iaisumbar.ac.id/index.php/jabdimas/article/view/1223OPTIMALISASI KEGIATAN WIRID MINGGUAN SEBAGAI SARANA PENGUATAN POLA ASUH ANAK DI ERA DIGITAL PADA MASARAKAT NAGARI PUNGGUNG KASIAK2026-06-03T05:42:02+00:00fithriyahaszahra zahrafithriyahaszahra3@gmail.comDasman Dasmandasmantanjung639@gmail.comJeprianto Jepriantojepriijep239@gmail.comYulisna Nabila Putriyulisnanabilaputri2607@gmail.comRizki Akmalrizkiakmal13579@gmail.comBetri Oktavianibetrioktabiani26@gmail.comMufa Nelti Efendimufaneltiefendi@gmail.comElsa Masherlymasherlyelsa@gmail.comTaufik Prima Fajarprimataufiq@gmail.comfarida Arianiarianifarida148@gmail.comAbdul Rahim Arahimabdul22a@gmail.comReflianto Refliantoreflianto@unp.ac.id<p>Anak merupakan titipan Allah SWT yang sangat perlu dilindungi dan dijaga. Dunia pendidikan anak di Era zaman milenial sekarang dihadapkan pada tantangan perkembangan teknologi digital. Pengabdian kepada masyarakat yang digerakkan oleh mahasiswa KKN ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan kegiatan wirid mingguan sebagai sarana edukasi bagi orang tua agar dapat memberikan pendidikan terbaik dalam keluarga. Metode pengabdian ini berupa integrasi pemberian materi, diskusi, serta konsultasi berkelompok yang disisipkan pada forum rutin wirid mingguan masyarakat Kenagarian Punggung Kasiak. Materi yang disampaikan mencakup pelatihan pola asuh anak di era digital dalam kajian ilmu pendidikan, psikologi, dan agama. Hasil dari kegiatan ini terbukti meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pola asuh anak di era teknologi sekarang. Kesimpulannya, revitalisasi forum wirid mingguan memiliki peran penting dalam membimbing orang tua agar anak terlindungi dari bahaya teknologi.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Humanity Dedicationhttps://ojs.iaisumbar.ac.id/index.php/jabdimas/article/view/1169PENDAMPINGAN DIDIKAN SUBUH BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KARAKTER KEAGAMAAN ANAK DI MDA USWATUN HASANAH2026-05-16T07:56:46+00:00Nur Mannamannanur81@gmail.comGusmirawatigusmirawati27@email.comMartin Kustatimartinkustati@uin.ib.ac.idRezki Ameliarezkiamelia@uinsu.ac.id<p>Bagian Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk memberikan arahan kegiatan didikan subuh berbasis karakter sebagai upaya dalam memperkuat karakter keagamaan anak. Kegiatan didikan subuh merupakan suatu bentuk upaya keagaaman dari lembaga pendidikan keagamaan yang biasanya dilakukan pada waktu selepas subuh untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, dan membentuk karakter keagamaan anak-anak sejak usia dini. Meskipun demikian, beberapa lembaga pendidikan keagamaan menghadapi sejumlah kendala dalam pelaksanaan didikan subuh. Rendahnya partisipasi siswa dan dan kurangnya variasi dalam strategi pengajaran, hal ini membuat kegiatan didikan subuh menjadi kurang menarik. Kondisi tersebut juga teramati dalam kegiatan didikan subuh di MDA Uswatun Hasanah, yang belum berjalan secara optimal. Dalam kegiatan pendampingan ini digunakan metode Berbasis Aset (ABCD) yang mencakup tahapan-tahapan, dimulai dari tahapan discovery, dream, design, dan terakhir tahapan destiny. Hasil dari kegiatan pendampingan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan partisipasi anak-anak dalam kegiatan-kegiatan dalam program didikan subuh, dan adanya perkembangan karakter keagamaan anak, dari percaya diri, tanggung jawab, disiplin beribadah, kejujuran, toleransi, empati, sabar, dan akhlak yang baik. Maka dari itu kegiatan pendampingan didikan subuh berbasis pendidikan karakter dapat menjadi suatu strategi yang bermanfaat dalam menumbuhkan karakter kegamaan anak-anak di masyarakat.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Humanity Dedicationhttps://ojs.iaisumbar.ac.id/index.php/jabdimas/article/view/1177PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA LEBAKMUNCANG DALAM MENCEGAH BULLYING MELALUI PEMBELAJARAN HUMANIS BERBASIS TEKNOLOGI2026-05-15T03:55:14+00:00Mawaddah Warohmahmawaddah2792@gmail.comHunaidah Mistahunaidah.mista@gmail.comRinda Siaga Pangestutirinda.pangestuti@president.ac.idHilwa Murdiyanti hilwamurdianti@stai-attaqwa.ac.idMiftahussa’adah Wardiibuaofa@gmail.comRilla Sovitrianarilla.sovitriana@gmail.comAde Naelul Huda Naelul Huda adenaelulhuda@iiq.ac.idDeti Mulyo Harsoni detty@unpar.ac.id<p>Bagian Perundungan (bullying) masih menjadi persoalan serius di lingkungan pendidikan dasar karena berdampak pada kondisi psikologis siswa, seperti kecemasan, penurunan motivasi belajar, dan terganggunya perkembangan sosial-emosional. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan konvensional belum sepenuhnya mampu mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan dan empati dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan Model Pembelajaran Humanis Berbasis Teknologi sebagai strategi pencegahan bullying pada siswa MI Birrul Walidain, Desa Lebak Muncang, Ciwidey, Bandung. Kegiatan PkM ini memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui sosialisasi penguatan kapasitas guru, orang tua, dan komunitas sekolah dalam membangun kesadaran kolektif pencegahan bullying. Luaran strategis pengabdian yaitu pengembangan model H-Tech PAR Anti-Bullying Learning Model, pemanfaatan media edukatif digital, serta penguatan peran komunitas sekolah sebagai agen perubahan anti-bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif deskriptif-komparatif dalam kerangka <em>Participatory Action Research </em>(PAR) dengan melibatkan guru, kepala sekolah, orang tua, dan masyarakat. Tahapan kegiatan meliputi pre-test, diskusi panel partisipatif berbasis media edukatif, dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman dan sikap peserta. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata pemahaman awal peserta sebesar 31%. Setelah penerapan model pembelajaran humanis berbasis teknologi, hasil post-test meningkat secara substansial dengan rata-rata mencapai 99%. Peningkatan paling menonjol terjadi pada pemahaman dampak bullying terhadap korban dan pelaku, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya pencegahan bullying berbasis empati, komunikasi non-kekerasan, dan partisipasi komunitas. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan Model Pembelajaran Humanis Berbasis Teknologi selaras dengan tujuan penelitian dan efektif sebagai strategi pencegahan bullying di sekolah dasar. Model ini bersifat aplikatif, partisipatif, dan berpotensi dikembangkan serta direplikasi pada konteks pendidikan yang lebih luas.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Humanity Dedicationhttps://ojs.iaisumbar.ac.id/index.php/jabdimas/article/view/1179PEMBINAAN SPIRITUAL KOMUNITAS MUALAF BADUY LEBAK BANTEN2026-05-12T05:04:42+00:00Kosim Kosimkosim@stit-insida.ac.idSiti Aisyahaisyahoho@gmail.comIzul Islamudinizulhibersat1996@gmail.com<p>Spiritual development is an important process in strengthening the understanding, appreciation, and practice of Islamic teachings among convert communities, including the Baduy Muslim convert community. The Baduy convert community has unique social and cultural characteristics that require adaptive, persuasive, and sustainable guidance approaches. This community service activity was carried out to provide spiritual development for the Baduy Muslim convert community in order to strengthen their Islamic faith. The method of this community service was conducted through the delivery of educational materials and discussions for both parents and children. The materials provided began with educational screenings of Islamic films about the stories of Prophet Ibrahim and Prophet Ismail for the children, and studies of the book <em>Nasoihul Ibad</em> for the parents. The results of this activity showed an increase in children’s motivation to study religion, supported by the distribution of the Qur’an, <em>Juz Amma</em>, <em>Iqro</em>, and other reading books. In addition, the program also provided religious understanding for parents, which helped enhance their spirituality.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Humanity Dedicationhttps://ojs.iaisumbar.ac.id/index.php/jabdimas/article/view/1187MINDFULNESS DENGAN TEKNIK STOP UNTUK MENCEGAH DOOMSCROLLING PADA DEWASA AWAL2026-05-15T03:39:38+00:00Navissa Akmalianavissaakmalia4@gmail.comFisa Amanahfisaamanah@gmail.comM. Hubbal Khairhubbal816@gmail.com<p>The digital era is characterized by unlimited access to information via social media, and now has fundamentally transformed news consumption patterns. While algorithmic curation and the delivery of relevant content can facilitate information retrieval, they may also undermine an individual’s capacity for self-regulated social media usage. An emergent phenomenon known as <strong>'doomscrolling'</strong> encompasses compulsive behaviors driven by excessive scrolling and algorithmically generated content. This study investigates cognitive awareness and preventative strategies for doomscrolling through <strong>mindfulness-based techniques</strong> to mitigate the adverse effects of prolonged exposure to negative media content. The study involved 22 participants within the age range of 19–27 years. The findings indicate a significant increase in participants' cognitive awareness regarding doomscrolling, although challenges in reducing overall social media consumption persist.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Humanity Dedicationhttps://ojs.iaisumbar.ac.id/index.php/jabdimas/article/view/1214PENINGKATAN KOMPETENSI GURU PAUD DALAM PEMANFAATAN WORDWALL UNTUK MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN INTERAKTIF2026-05-25T02:24:45+00:00Devi Auliantideviaulianti@upi.eduLatifah Khairiahnadhira16@upi.eduNadhira Aulia Hermawanlatifah.kha03@upi.eduDhea Ardiyantidheaardy@upi.edu<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran digital berbasis <em>Wordwall</em> pada pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop interaktif yang melibatkan partisipasi aktif peserta melalui penyampaian materi, demonstrasi, serta praktik langsung pembuatan media pembelajaran menggunakan <em>Wordwall</em>. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengenalan konsep media pembelajaran anak usia dini. Selanjutnya, peserta diberikan pendampingan dalam mengakses fitur <em>Wordwall</em> dan membuat media pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Hasil kegiatan workshop, peserta dapat memahami penggunaan <em>Wordwall</em> dan dapat mengembangkan media pembelajaran secara mandiri. Penggunaan <em>Wordwall</em> diharapkan dapat membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, inovatif serta sesuai dengan karakteristik setiap anak.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Humanity Dedicationhttps://ojs.iaisumbar.ac.id/index.php/jabdimas/article/view/1226MODEL PENGUATAN KARAKTER GENERASI MUDA BERBASIS NILAI KEISLAMAN DAN KEARIFAN LOKAL DI NAGARI SANDI ULAKAN2026-06-02T09:35:45+00:00Joni Indra Wandiindrawandij@gmail.comAulia Fitriaulifitri@iaisumbar.ac.idCipto Duwi Priyonocipto.dp84@gmail.comSumiari Sumiartisumiarti.tanjung76@gmail.comArief Arafat Hankamariefarafat77@gmail.comNora Afnitanoraafnita12@gmail.com<p>Strengthening the character of young people has become an increasingly important agenda amid rapid social change, technological advancement, and the declining involvement of adolescents in religious and local cultural activities. Nagari Sandi Ulakan, a community that continues to preserve Islamic traditions and local wisdom, provides a strategic setting for character education based on community engagement. This community service program aimed to strengthen Islamic values and youth character through a participatory approach that integrated religious education, local wisdom, and community empowerment within the framework of the Community Service Program (<em>Kuliah Kerja Nyata</em>—KKN). The program employed a <strong>Participatory Action Research (PAR)</strong> approach consisting of community needs assessment, program planning, implementation, mentoring, and participatory evaluation. The activities included Qur’anic learning at Islamic learning centers, congregational prayers, religious lectures, Islamic knowledge competitions, <em>Fahmil Qur’an</em>, grand religious gatherings, environmental education, community clean-up activities, and youth participation in local religious and cultural traditions. The findings indicated increased youth participation in religious activities, stronger social responsibility, greater environmental awareness, enhanced cooperation through communal work, and improved understanding of local Islamic history and cultural values. In addition, the program contributed to the development of students’ leadership, communication, and collaborative skills through direct engagement with community members. The results suggest that integrating Islamic values with local wisdom provides an effective and sustainable strategy for character development that is culturally relevant and socially responsive. This model may serve as a practical reference for community-based character education programs in other regions with similar socio-cultural contexts</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Humanity Dedicationhttps://ojs.iaisumbar.ac.id/index.php/jabdimas/article/view/972PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS SISWA MELALUI DONGENG ISLAMI PADA PERINGATAN HARI BESAR ISLAM DI SD IT MUTIARA PARIAMAN2026-05-07T03:38:49+00:00Atmunadi AtmunadiAtmunadi997@gmail.comFebriyeni Nasrulfebriyeninasrul93@gmail.comAhmad Putrapratamahmad954@gmail.comArifuddin Boimauarifudinn2023@gmail.comHamzah Irfanda Irfandahamzah1997@gmail.com<p>This community service program aims to strengthen the religious character of elementary school students through Islamic storytelling during the commemoration of Islamic Holidays at SD IT Mutiara Pariaman. The method employed was <em>Participatory Action Research (PAR), </em>which actively engaged students, teachers, and parents in all stages of the activity, including planning, implementation, observation, and reflection. The main materials consisted of Islamic stories highlighting the exemplary lives of the Prophet Muhammad (PBUH) and his companions, delivered using interactive media such as picture books and hand puppets. The results indicated an increase in students’ enthusiasm, their ability to identify religious values (honesty, worship discipline, social care), and observable improvements in daily behavior. Teachers gained experience in applying storytelling as a creative learning method, while parents recognized the continuity of character education at home. Thus, Islamic storytelling proved to be an effective medium for strengthening religious character and served as an educational means to enrich the commemoration of Islamic Holidays in elementary schools.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Humanity Dedication